Harapan atas Pemilihan Gubernur Jakarta 2012

Empat hari menjelang pemilihan gubernur Jakarta dan kalau ga salah masa kampanye sudah berakhir atau akan segera berakhir seenggaknya. Gw emang ga berKTP Jakarta, jadi nanti tanggal 11 ga bakal milih. Gw juga ga terlalu ngikutin acara debat-debat di tv. Yang gw tau cuma Jakarta makin kotor dengan poster-poster, billboard, dll.

Kalau ga salah (again), ada 6 pasang kandidat. Yang menarik perhatian gw ada 2, yaitu pasangan Jokowi-Ahok dan Faisal-Biem. Sama 1 lagi ga usa dibahas, si pak kumis yang pede 1 putaran, yang diusung sama partai biru tapi posternya lebih ke warna kuning coklat gitu.

Kenapa Jokowi-Ahok menarik? Jokowi kan mantan (atau masih?) walikota Solo. Dia sangat sukses di sana katanya, dicintai oleh masyarakat. Solo katanya rapi bersih dan ada monorailnya. Kalau sampai dicintai masyarakat pasti ga kosong kan, pasti karena ada hasilnya. Ahok itu mantan bupati Belitung (kalau ga salah lagi). Keliatan masih muda bersih dan Chinese. Rasis ga rasis, tapi menurut gw dia bisa mencalonkan diri aja suatu kemajuan untuk Indonesia. Berarti uda lumayan terbuka untuk perbedaan, which is good. Katanya dia juga sangat ok waktu menjabat dulu, jadi ga jualan mata sipit doang.

Lalu kalau Faisal-Biem? Gw ga tau mereka sebenarnya. Sama sekali. Gw pernah nonton Faisal di tv waktu dia masih balon. Jujur aja gw ga impressed waktu denger dia ngomong. Biem ternyata anaknya Alm Benyamin S juga gw taunya dari iklan di tv, yang juga ga membuat gw impressed karena kesannya menjual bapaknya banget (sorry..).

Pasangan Faisal-Biem ini semakin menarik akhir-akhir ini setelah makin ramai di twitter. Gw belakangan baru tau kalau pasangan ini independen, ga dari partai. Ini juga sebenarnya suatu bentuk kemajuan lain. Banyak yang bersimpati sama mereka karena alasan ini, independen. Karena kalau gubernurnya ga pake uang partai, berarti dia ga berutang sama partai, dan Jakarta ga akan didominasi oleh salah 1 (atau 2) partai.

Alasan partai dan backing-an ini yang sebenarnya “merusak” Jokowi-Ahok. Pertama nonton iklannya di tv, gw kecewa berat. Tau sendiri iklannya isinya siapa. Kalau nanti mereka ga menang, gw cukup yakin alasannya adalah karena si bapak yang satu itu, yang masa lalunya kelam. Banyak yang takut kalau sampai Jokowi-Ahok menang, nanti si bapak itu bisa semakin berjaya untuk pilpres 2014.

Walaupun begitu, menurut gw Faisal-Biem ga bisa cuma jualan independen doang. So what kalau independen tapi ga bisa kerja? Tapi setelah gw baca-baca twitter Faisal-Biem kemarin, sepertinya mereka punya program yang cukup masuk akal dan ok, tentang transportasi umum kebetulan, yang sangat menarik buat gw. Dan betapa mereka mengajak warga untuk ikut berkontribusi lebih menarik lagi. Seperti kita tau, sebenarnya banyak banget pemuda-pemuda yang berpotensi selama ini.  

Anyway, yang manapun yang menang nantinya, Jokowi-Ahok atau Faisal-Biem (yang lain maap-maap ya), harapan gw cukup besar. Jokowi-Ahok yang punya pengalaman dan track record yang luar biasa, Faisal-Biem yang independen dan mengajak warga untuk berdaya bareng-bareng, bikin gw sangat menantikan perubahan di Jakarta ini.

Buat yang KTPnya Jakarta, jangan lupa miih ya tanggal 11 nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s